Spritualitas Dukacita I (Ramalan Jiwa Yang Tertikam) -Br.Albert Jhon Folatfindu,BTD


Dukacita Pertama

"Ramalan mengenai  jiwa yang tertikam"

(Br.Albert Jhon Folatfindu,BTD)

 Nubuat Simeon '" Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang di  Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan-dan suatu pedang akan menembus jimau sendiri-supaya menjadi pikiran hati banyak  orang.""(Luk 2: 34-35)

Sebuah refleksi harian yang di tuangkan dalam tulisan mengenai Jiwa Yang Tertikam melukiskan  rekam hidup Dukacita Sta.Perawan Maria,pada saat Maria dan josep berjumpai dengan Simeon. Maria  sangat terkejut mendengarkan berita keajabian dari Simeon. Kata Simeon " Anak ini menjadi tanda yang menimbulkan  perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwa-Mu sendiri".

Reaksi Maria pada saat itu "KESEDIHAN,KETAKUTAN,KECEMASAN,KEKUATIRAN dalam diri  Maria dan Josep melihat Simeon  memeluk Yesus dengan CAHAYA ROH KUDUS menerangi wajah  Putra-Nya. Maria tidak mengerti apa maksud Simeon bahwa "suatu saat,pedang akan menembus jiwa-Mu atau menikam diri-Mu.
 
Dalam Konteks KESEDIHAN dapat diartikan emosi yang dipicu oleh suatu peristiwa, pengalaman, hingga situasi yang menyakitkan dan mengecewakan.Terdapat berbagai tingkat kesedihan yang dapat terjadi pada seseorang teristimewa Maria.

Hal ini terjadi dalam diri Maria dan juga terjadi dalam kehidupan kita setiap hari, berhadapan dengan situasi mengecam  hidup kita ataukah kehilangan sesuatu yang berharga menimbulkan kecemasan dan kesedihan yang berlebihan. Inilah dukacita hidup kita sama seperti Maria takut kehilangan sang Putra-Nya

Lalu,Maria perlahan-lahan,menyadari dan merefleksikan dalam hatinya mengenai jiwa yang tertikam itu dapat menimbulkan rasa takut dan sedih dalam ruang hati Maria,tak sanggup menahan kesedihan itu, tak ada kegembiraan,sukacita bagi diri-Nya.

Hari demi hari Maria membayangkan bahwa jawaban ajib dari Simeon adalah musiba dalam hidupnya.Padahal bukan musiba yang menimpa Maria melainkan  "Tindakan Allah dalam diri Maria pada waktu itu,malaikat Gabrel menampakkan diri kepada Maria bahwa Anak di dalam rahim-Mu itu adalah ROH KUDUS.

Maria sadar dan memahami berita keajabaian dari Malikat Gabriel menghubungkan pesan Simeon itu menjadi satu kata "Kunci Iman" di dalam kesedihan itu adalah" HARAPAN DAN KEKUATAN DALAM PENDERITAAN HIDUP" Kata kunci iman menjadi dasar hidup dalam diri Maria,merenungkan dan menyimpan semua perkara itu dalam ruang hati sebagai ungkapan doa keajaiban bagi semua orang yang mengharapkan keselamatan dalam hidupnya.

                       "Kekuatan iman Maria adalah kekuatan kita"

 Penulis Br.Albert Jhon Folatfindu,BTD
(Reflesi Harian-Jiwa Yang Tertikam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Maria:Menjadi teladan hidup

MINGGU PANGGILAN SEDUNIA KE 62 TAHUN DENGAN TEMA : PEZIARAH PENGHARAPAN ANUGERAH KEHIDUPAN