Spiritualitas Dukacita Sikap Kecemburuaan-Br.Jhon Albert Folatfindu,BTD
Dukacita kedua: Melarikan Yesus ke Mesir (Mat 2:13-14)
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia. " Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir.
Sebuah refleksi harian mengenai Spiritualitas Dukacita ke II Penyingkiran ke Mesir melukiskan peran Malaikat Gabriel membawa kabar sukacita bagi sorang lelaki tua namanya josep: Katanya dalam mimpi"bangunlah,ambillah anak itu serta ibu-Nya,lari ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu,karena Herodes mencari Anak itu dan ingin membunuhnya.
Sahabat....Sebuah tindakan kejahatan bersumber dari dalam hati Herodes, lahirlah sikap cemburu,iri hati,dan takut kehilangan jabatan,kehilangan kedudukan sebagai raja. Sikap ketidakadilan dalam diri Herodes merumuskan konsep dasar kejahatan,strategi perencanaan untuk membunuh Yesus dan semua anak pada waktu itu.Namun semua konsep dasar kejahatan yang sudah dirumuskan oleh Herodes,dapat digagalkan oleh Malaikat Gabriel dan menggerakan lelaki itu untuk segera bangun dan pergi ke Mesir kira-kira pukul 01.00 tengah malam yang sungguh menakutkan bagi Maria melewati hutan dan poha yang besar dan ada beberapa binatang buas yang menerkam manusia.Itulah yang dipikirkan maria pada saat itu,,tapi bagi josep adalah keberanian dan kepercayaan dalam diri untuk melewati setiap jalan dan bukit yang cukup tinggi.
Kata lelaki tua itu! Maria,,,Maria jangan takut percayalah padaku. Lalu kata Maria aku percaya,kau bisa melindungi aku dan anak-Mu dari tangan kejahatan Herodes beserta prajurit-prajuritnya yang sedang mengejar kita dengan kuda dan senjata tajam.
Sementara dalam perjalanan menuju Mesir! Maria selalu memikirkan anaknya apakah suatu saat nantinya anak-Nya bisa hidup dalam damai atau bukan? Memang benar hakikat seorang ibu tak bisa membiarkan anaknya menderita dalam hidupnya. Justru itu,Maia dan josep menyadari bahwa semua itu adalah rencana Allah dalam hidup mereka untuk berjuang melindungi Yesus.Karena itu,ada rencana Allah yang lebih besar bagi Yesus yakni menyelamatkan semua orang.
"Jangan menyerah,terus berjuang"
Penulis Br.Jhon Albert Folatifndu
Refleksi Harian
Senin,19/8/2024
Komentar