Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

REFLEKSI MARIA MENCARI PUTRA-NYA

Gambar
Maria Mencari Putra-Nya Di antara semua tokoh perempuan dalam Alkitab, Maria, ibu Yesus, menempati tempat yang istimewa. Ia dipilih Allah untuk menjadi ibu dari Juruselamat dunia, carrying dalam kandungannya Sang Firman yang menjadi manusia. Namun di balik keistimewaan itu, Maria juga mengalami pengalaman manusia yang paling mendalam — termasuk saat ia harus mencari Putra-Nya yang hilang. Ketika Yesus Hilang di Yerusalem Cerita paling mengharukan tentang Maria mencari Putra-Nya tercatat dalam Lukas 2:41-52. Setiap tahun, orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada perayaan Paskah. Ketika Yesus berusia dua belas tahun, mereka pergi seperti biasa. Setelah perayaan selesai, mereka pulang, tetapi Yesus tetap ada di Yerusalem tanpa disadari oleh Maria dan Yusuf. "Setiap tahun orang tua-Nya pergi ke Yerusalem untuk merayakan hari raya Paskah. Ketika Ia berumur dua belas tahun, mereka pergi ke Yerusalem menurut kebiasaan pada hari raya itu." — Lukas 2:41-42 [Lukas 2:41-42] T...

Tak Perlu Menunggu Sempurna

Gambar
Tak Perlu Menunggu Sempurna Seringkali kita menunda langkah karena menunggu momen yang sempurna. Kita pikir harus punya waktu lebih, persiapan lebih, atau keberanian lebih. Padahal, motivasi sejati bukan tentang menunggu kondisi ideal. Motivasi lahir ketika kita mulai—meskipun ragu, meskipun belum siap. Mulailah dari hal kecil. Satu langkah kecil setiap hari akan menumpuk menjadi kemajuan besar. Menyelesaikan tugas kecil memberi rasa pencapaian yang membakar semangat untuk melanjutkan. Jangan remehkan kekuatan konsistensi; ia mengalahkan bakat yang tak pernah diasah. Terima kegagalan sebagai guru. Setiap kegagalan membawa pelajaran berharga yang mengarahkan kita untuk mencoba cara berbeda. Alih-alih merasa kalah, tanyakan: Apa yang bisa saya pelajari? Apa satu hal yang bisa diperbaiki besok? Pertanyaan sederhana itu mengubah kemunduran menjadi pijakan. Kelilingi diri dengan energi positif. Teman, buku, dan kebiasaan yang mendukung akan membuat perjalanan terasa ringan. Jang...

Puisi Ada Cinta dan Luka

Gambar
 Ada cinta dan luka Ada cinta yang datang seperti hujan pertama: hangat, mengejutkan, membersihkan debu di relung hati. Kita menari di bawahnya, percaya pada janji-janji kecil yang tulus. Senyum jadi peta; sentuhan, bukti bahwa dua jiwa bisa saling menemukan rumah. Tapi ada pula luka yang menempel seperti bekas hujan di jendela: samar, sering tampak saat cahaya miring. Luka bukan selalu perang atau tragedi besar—sering ia lahir dari kata yang salah, harap yang lapuk, atau keheningan yang memakan waktu. Ia mengajari kita batas, memberi bekas, namun juga menguatkan kulit hati. Cinta dan luka hidup berdampingan. Cinta memberi alasan untuk bertahan, luka mengajarkan cara menjaga. Di antara keduanya, kita belajar memilih: mencintai dengan berani, merawat bekasnya dengan lembut, dan percaya bahwa setelah hujan selalu ada langit yang lebih bersih. Mau saya ubah jadi lebih romantis, sedih, atau netral? Sabtu,23 Mei 2026 John Albert Folatbtd